Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘cinta’ Category

Cinta Sejati Dalam Islam

Cinta Sejati Dalam Islam

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?

 

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.

Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.

Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: http://www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).

Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.

Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?

Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.

Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.

Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.

Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?

Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakarradhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:

Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.

Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattabradhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.

Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:

يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.

“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)

Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)

Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik:Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.

Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?

Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ

Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).

Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan:Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.

Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102

“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?

Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.

Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?

Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan pada hadits lain beliau bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.

“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.

الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.

Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.

Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…

Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.

***

Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.

 

Read Full Post »

Berdasarkan pendapat ahli dan pengalaman pribadi inilah tips menghindari cinta masa remaja yang salah arah:
1.    Selalu Ingat Allah
“Sesungguhnya aku ciptakan Jin dan Manusia tidak lain adalh untuk Beribadah (kepada-Ku)”
Kita berada di dunia ini adalah untuk beribadah bukan untuk mengejar nikmat dunia saja. Tetaplah untuk selalu beribadah kepada-Nya.

2.    Ingatlah kalau dia bukan siapa-siapa

“Aku tak bisa hidup tanpa dia. Aku bisa mati kalau ia pergi. Aku tak tahu untuk apa hidup di dunia ini kala ia meninggalkanku….”

Indah nian kata-kata di atas. Diucapkan oleh hampir semua remaja yang sedang dimabuk cinta. Padahal tidak layak bagi kita untuk melabuhkan cinta kepada siapapun secara berlebihan. Orang yang kita cintai adalah orang biasa-biasa saja. Ia menjadi sangat luar biasa di mata kita karena faktor lingkungan, namun penyebab utamanya adalah nafsu dalam dirimu. Lagu-lagu, lirik dan syair pujangga cinta yang kita baca membuat kita meniru-niru.

Sekarang pertanyaannya, apakah kita mau untuk mengorbankan nyawa bagi orang yang kita cintai? Tapi, kira-kira lah ya, siapa yang mau mati hanya demi cinta masa remaja yang didasarkan nafsu duniawi saja. Maka janganlah terjerat dengan jebakan cinta yang telah kamu ciptakan sendiri. Orang yang katanya kita cintai itu toh belum menjadi istri kita. Lalu kenapa kita menjadi sangat obsesif terhadapnya? Merasa memilikinya sepenuhnya, kita juga merasa dimiliki olehnya, tanpa ada satu orang pun yang boleh mengambilnya, bahkan orang tua kita.
Lepaskan jeratan cinta yang mencekik leher kita. Kita bebas menentukan apa yang kita ingin dan akan kita lakukan, kenapa tiba-tiba kita merasa terkekang? Cinta itu kemudian menghabisi hak-hak kita sebagai remaja yang bebas. Bebas dalam berargumen positif, berperilaku positif, dan bebas menentukan diri kita sendiri. Lalu kenapa tiba-tiba kita menyatakan cinta pada seseorang dan orang itulah yang menentukan arah hidup kita, memegang setir hidup kita dan lain sebagainya.
Lebih parahnya lagi, ia secara sukses dan meyakinkan, telah mengganti posisi orang tua kita. Mengganti posisi keluarga kita yang selama ini melindungi dan membuat kita nyaman. Aneh kan? Kita punya orang tua yang kita harus berbakti pada mereka. Kita juga punya keluarga yang sejak dari awal selalu bersama kita. Dia bukanlah siapa-siapa kalau akhirnya kedatangannya membuat kita berperkara.
Kita ingin putus, tapi tidak berani?  Kita ingin menyudahi kisah cinta dini ini, tapi tidak sanggup diri ini melakukannya? Kita ingin menjadi diri kita sendiri, tapi kita selau merasa tidak tega? Kita ingin menjadi hamba Allah yang shalih dan shalihah, tapi dia selalu menghambat kita? Pertanyaannya, sampai kapan kita akan terus begini?
Cinta yang menyapa kita tidak memberikan berkah bagi hidup kita. Malah sebaliknya, hidup kita serba diatur, serba tidak lentur, begini salah begitu juga salah. Hidup bagai dalam sangkar, seolah enak dan nyaman, padahal sedih dan menggelisahkan. Tapi, apakah kita bisa lepas dari kungkungan itu? Tidak, karena kita tidak tega, karena kita menganggap dia segalanya. Ingatlah bahwa dia bukan siapa-siapa.

3.    Tetap Fokus
Fokus pada tujuan itu sangat penting. Semakin kita fokus, maka semakin kita mendapatkan hasil yang kita inginkan. Kalau kita fokus untuk menjauhi narkoba maka kita akan benar-benar jauh dari namanya narkoba. Kalau kita fokus untuk tidak pacaran maka kita tidak akan ingin mendekati atau sekedar memikirkan hal tersebut.
Hadirnya cinta masa remaja kadang justru membubarkan segalanya. Pikiran kita jadi tidak konsen dengan prestasi yang harus diraih. Cita-cita terbengkalai karena pikiran hanya tertuju pada dia, dia dan dia. Itulah bahayanya cinta, menyita apa saja yang ada di dunia sehingga seakan-akan di dunia ini hanya ada dia.
Tetap fokus pada tujuan hidup, meski kita masih muda. Muda usia bukan berarti boeh berleha-leha. Menikmati semuanya dengan gratis, selama orang tua masih bisa membiayai. Hidup menjadi begitu santai. Tidak ada target, biasa-biasa saja. Terlalu senang dengan hura-hura, pacaran dan pesta. Hidup hanya ritme jenaka yang dijalani tanpa makna. Sekedar menghabiskan waktu, malahan tidak tahu harus berbuat apa.
Datangnya cinta tidak harus membuyarkan segalanya. Tetaplah fokus pada tujuan! Berusahalah untuk menggapai cita-cita setinggi mungkin! Kita masih terlalu santai di sekolah. Tidak menekuni pelajaran yang disampaikan guru. Merasa cukup dengan apa yang didapatkan dan tidak ingin mendapatkan pengetahuan yang lebih dari apa yang didapatkan. Lebih banyak menghabiskan waktu untuk pergi ke mall, main game, jejaring sosial-an dari pada untuk sekolah dan latihan sebanyak mungkin meraih cita-cita.  Jika kita tidak bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, maka lakukan apa yang kita bisa dengan cara yang luar biasa. Intinya ada pada “proses”-nya bukan semata pada hasilnya. Tenaga kita mungkin terbatas, kemampuan manusia juga terbatas, tetapi kita fokus pada satu hal, satu fokus utama, satu keinginan dan kita akan melakukannya dengan cara yang luar biasa.

Read Full Post »

persahabatan

Persahabatan Sejati
12/05/2010 10:06 AM
Persahabatan merupakan sebatang pohon yang menaungi.

Persahabatan adalah tempat  kita mendapatkan tangan Allah yang melayani, mendorong semangat, memberi dan mendukung. Nah, anda perlu mengetahui empat hal tentang persahabatan sejati. Yaitu:

* Sahabat bukanlah yang paling bagus tapi yang  paling penting!

Tidak ada pengganti bagi seorang sahabat  yakni seseorang yang memperhatikan, mendengarkan, merasakan, menghibur dan seringkali juga memarahi.Sahabat sejatilah yang  paling baik dalam melakukan hal-hal ini.

* Sahabat tidak diperoleh secara otomatis tapi harus dipelihara.

Seseorang harus menjaga persahabatannya dengan perbaikan yang terus-menerus.Sama seperti pohon-pohon, persahabatan perlu dipelihara.

* Sahabat tidak bersifat netral tapi justru mempengaruhi kehidupan kita.

Jika sahabat anda menjalani kehidupan yang baik, mereka akan mendorong  anda menjadi orang yang lebih baik. Jika sahabat   anda menjalani kehidupan yang jelek mereka akan memimpin anda menuruni  jejak  jalan yang sama atau bahkan lebih buruk. So…Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk  merusak kebiasaan yang baik!! Jadi pilihlah sahabat anda dengan hati-hati dan berhikmat.  Anda ingin berhikmat? Pilihlah sahabat-sahabat yang berhikmat!!!

* Persahabatan datang dalam jenjang bervariasi.

Ada yang namannya kenalan. KENALAN adalah orang yang dengan mereka kita memiliki hubungan tidak teratur dan interaksi yg dangkal. Biasanya just say hello …apa kabar?…baik, baik, bagus…(padahal sebenarnya keadaan anda sedang tidak baik.Tapi sulit untuk diberitahukan karena hanyalah seorang kenalan). SAHABAT BIASA adalah orang yg dgn mereka, kita lebih banyak berhubungan dan miliki banyak persamaan, melakukan percakapan yang terperinci bahkan meminta pendapat namun masih ada jarak yang aman di antara kita. SAHABAT DEKAT adalah orang yg dgn mereka, kita membagi tujuan hidup yg sama dan dgn mereka kita mendiskusikan masalah-masalah yg sulit bahkan bisa pula berlibur bersama. SAHABAT KARIB adalah hanya beberapa orang yg dgn mereka kita memiliki hubungan yg teratur dan komitmen yg mendalam. Sahabat karib bebas untuk mengkritik, mengoreksi dan juga mendorong semangat karena kepercayaan dan kebersamaan yg telah dibangun di antara kita.

So…mereka yg tidak memiliki sahabat karib pastilah merupakan orang yg paling kesepian di dunia ini.

Read Full Post »

simple love

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”

Read Full Post »

indahnya cinta

Cinta adalah kesetiaan yg masak sebagai dampak dari perbedaan dasar antara pria dan wanita. cinta di samping bermuatan intimasi juga membutuhkan sedikit isolasi, karena masing-masing partner tetap boleh memiliki identitas yg terpisah. kebalikan dari cinta adalah kesendirian , sumber patologi dewasa awal. sedikit ekslusif di butuhkan dalam intimasi, yakni bahwa orang harus bisa menolak orang tertentu, menolak kegiatan dan ide-ide, untuk mengembangkan perasaan identitas yg kuat.

// <![CDATA[//

Read Full Post »